INOVASI
Kembali ke Katalog
Inovasi Pelayanan Publik DISETUJUI 2 Sep 2024

NOBITA BIKIN PANGLING

Puskesmas Kedopok Puskesmas Kedopok Inovator: Martina Aida Kuswardani

Ringkasan Inovasi

NOBITA PANGLING BIKIN (Nonton Bareng Ibu Balita Bikin Posyandu Tidak Perlu Keliling) bertujuan untuk mengenalakan pada Ibu Balita akan bahayanya PD3I pada Balita jika tidak mendapatkan Imunisasi Lengkap.

Latar Belakang

Pemberian imunisasi dasar lengkap dilaporkan mengalami penurunan di dunia. Data dari World Health Organization (WHO) dilaporkan ada 68 negara pelayanan mengalami kendala dalam pemberian imunisasi dan mempengaruhi 80 juta anak dibawah usia 1 tahun (WHO, 2020). Adapun negara tersebut adalah New York sebanyak 63%, California sebanyak 40%, Ohio sebanyak 45%, Virginia sebanyak 45,7% dan di Inggris sebanyak 19,7%. Jumlah kasus Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) akan meningkat jika banyak anak dalam suatu populasi banyak yang tidak diimunisasi dan selanjutnya dapat menyebabkan kekebalan populasi menurun (Yoselina, Neherta and Fajria, 2023).
Data UNICEF di Indonesia menunjukan bahwa setiap tahun diperkirakan 480.000 bayi meninggal sebelum usia satu tahun. Sedangkan menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dari 194 negara anggota World Health Organitation (WHO), 65 diantaranya memiliki cakupan imunisasi Difteri, Pertusis dan Tetanus (DPT) dibawah target global 90%. Diperkirakan diseluruh dunia pada tahun 2013, 1 dari 5 anak atau sekitar 21,8 juta anak tidak mendapatkan imunisasi yang bisa menyelamatkan nyawa mereka (Wahyuni and Prasetya, 2020).
Data dari Direktorat pencegahan dan pengendalian penyakit, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menunjukkan pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2016, terhitung sekitar 1,7 juta anak belum mendapatkan imunisasi atau belum lengkap status imunisasinya. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengubah konsep imunisasi dasar lengkap menjadi imunisasi rutin lengkap. Imunisasi rutin lengkap terdiri dari imunisasi dasar dan lanjutan. Imunisasi dasar saja tidak cukup, diperlukan imunisasi lanjutan untuk mempertahankan tingkat kekebalan yang optimal.
Imunisasi dasar lengkap (IDL) di Kecamatan Kedopok mencapai 64.27 % dan perlu ditingkatkan hingga mencapai target 93% ditahun 2023. Universal Child Immunization (UCI) di Kecamatan Kedopok sejak tahun 2021 sampai dengan 2023 cenderung menurun dari 99,01 % pada tahun 2021 menjadi 64,27 % pada tahun 2023. Pada tahun 2023 cakupan desa/kelurahan UCI, sebanyak 421 bayi se Kecamatan Kedopok, tersebar di 6 Kelurahan dengan cakupan antara 36,27% - 95,77%, Kelurahan yang cakupannya masih dibawah rata rata adalah Kelurahan Kedopok, Kelurahan Jrebeng Lor, Kelurahan Jrebeng Kulon, Keleruhan Kareng Lor.
Menurut hasil laporan bulanan imunisasi sampai bulan April 2024 mencapai 21,05 % - 30,95 % di UPTD Puskesmas Kedopok. Cakupan terendah di Kelurahan Sumber Wetan dengan IDL 21,05 %. Menurut petugas Puskesmas setempat ternyata cakupan imunisasi pada bayi memang rendah dikarenakan banyak masyarakat berpindah - pindah tempat tinggal dan melakukan imunisasi ditempat lain, selain itu menurut petugas puskesmas setempat masih adanya masyarakat yang menolak adanya imunisasi, karena ibu mempunyai keyakinan imunisasi membuat anak menjadi demam, rewel, dan kejang sehingga anak tidak perlu imunisasi, terutama setelah mendapat imunisasi DPT.

Kebaruan Inovasi

Sebelum adanya inovasi masyarakat belum mengerti apa yang di maksud dengan PD3I dan bahaya tentang PD3I, sehingga menganggap bahwa imunisasi tidak terlalu pentingg.
Setelah adanya Inovasi Masyarakat mulai mendapatkan informasi apa sebenarnya itu PD3I dan penting nya imunisasi serta bahayanya jika balita tidak di berikan imunisasi secara lengkap. yang terjadi sebenarnya di suatu daerah. Informasi ini didapatkan melalui film yang bertemakan PD3I, Inovasi ini memberikan dampak positif bagi Masyarakat untuk mengetahui seperti apa bahayanya PD3I sebenarnya.

Dampak & Manfaat

1.    Memberikan Informasi apa itu PD3I dan bahayanya
2.    Merubah pola pikir Ibu balita, bahwa Imunisasi hak anak untuk menjadi sehat
3.    Masyarakat terhindar dari penyakit potensial KLB
Keuntungan yang didapat sesudah Inovasi
1.      Petugas tidak perlu swiping untuk memberikan imunisasi (jika terpaksa swiping tidak ada penolakan)
2.      Di setiap posyandu ibu balita hadir bukan hanya sekedar untuk timbang saja, tapi ibu balita dengan senang hati itu melakukan imunisasi tanpa ada pemaksaan
3.      Di setiap posyandu ibu balita aktif bertanya mengenai perkembangan anaknya.

Pedoman Teknis

Pedoman Teknis

Kemudahan Layanan

Kemudahan Layanan