PENSIKURMANIS (Pemantauan Hipertensi dengan Kunjungan Rumah dan Prolanis)
Ringkasan Inovasi
inovasi PENSIKURMANIS (Pemantauan Hipertensi dengan Kunjungan Rumah dan Prolanis)merupakan inovasi yang mengintegrasikan kegiatan skrining hipertensi, pemantauan tekanan darah, pelayanan Prolanis, kunjungan rumah, edukasi kesehatan, konseling, serta pemberdayaan keluarga dalam satu sistem pelayanan yang berkesinambungan. Melalui pendekatan tersebut diharapkan pelayanan kesehatan menjadi lebih proaktif, mudah diakses, serta mampu meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan dan menerapkan perilaku hidup sehat.
Pelaksanaan inovasi ini juga mendukung transformasi layanan primer melalui penguatan pelayanan berbasis siklus hidup, pelayanan yang mendekat kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan sistem rujukan dan pemantauan pasien secara berkelanjutan. Dengan demikian, PENSIKURMANIS tidak hanya menjadi inovasi pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas, tetapi juga menjadi model pelayanan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup penderita hipertensi dan pencegahan komplikasi penyakit.
Latar Belakang
Hipertensi merupakan salah satu PTM yang menjadi penyebab utama berbagai penyakit kardiovaskular dan menjadi faktor risiko penting terhadap stroke, penyakit jantung koroner, gagal ginjal kronis, gagal jantung, serta kematian dini. Penyakit ini sering disebut sebagai silent killer karena sebagian besar penderita tidak mengalami keluhan yang khas sehingga sering terlambat terdiagnosis maupun mendapatkan pengobatan yang adekuat.
Peningkatan prevalensi hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain perubahan pola makan, tingginya konsumsi garam, rendahnya aktivitas fisik, obesitas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, stres, serta meningkatnya usia harapan hidup masyarakat. Oleh karena itu, pengendalian hipertensi tidak cukup hanya melalui pelayanan kuratif, tetapi harus dilakukan secara komprehensif melalui upaya promotif, preventif, deteksi dini, pengobatan, dan pemantauan berkelanjutan.
Sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), UPTD Puskesmas Sukabumi memiliki peran strategis dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya pengendalian penyakit tidak menular. Upaya tersebut dilaksanakan melalui pelayanan di dalam gedung maupun luar gedung, antara lain Posbindu PTM, Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), Integrasi Layanan Primer (ILP), penyuluhan kesehatan, serta kunjungan rumah.
Wilayah kerja UPTD Puskesmas Sukabumi terdiri dari Kelurahan Sukabumi dan Kelurahan Mayangan dengan jumlah penduduk sebanyak 21.256 jiwa pada tahun 2025, dan data pelayanan menunjukkan bahwa pada tahun 2025 terdapat 1.601 penderita hipertensi. Besarnya jumlah penderita tersebut menggambarkan bahwa hipertensi masih menjadi salah satu prioritas pelayanan kesehatan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sukabumi. Evaluasi pelayanan menunjukkan bahwa sebelum inovasi dikembangkan masih terdapat beberapa permasalahan, antara lain rendahnya kepatuhan pasien untuk melakukan kontrol kesehatan secara rutin, belum optimalnya kepatuhan dalam mengonsumsi obat antihipertensi, kurangnya pemahaman mengenai perubahan perilaku hidup sehat, serta belum optimalnya keterlibatan keluarga dalam mendampingi penderita hipertensi. Selain itu, sistem pelayanan yang masih didominasi oleh pendekatan pasif menyebabkan pemantauan terhadap penderita hipertensi belum dapat dilakukan secara berkesinambungan.
Kebaruan Inovasi
Inovasi PENSIKURMANIS (Pemantauan Hipertensi dengan Kunjungan Rumah dan Prolanis) dikembangkan sebagai upaya transformasi pelayanan kesehatan primer yang berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan, penguatan upaya promotif dan preventif, serta peningkatan kualitas hidup penderita hipertensi melalui pelayanan yang proaktif, terintegrasi, dan berkesinambungan.
Secara umum, inovasi ini bertujuan mewujudkan sistem pelayanan hipertensi yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih efektif melalui integrasi pelayanan di dalam gedung dan luar gedung, sehingga penderita hipertensi memperoleh pemantauan kesehatan yang berkesinambungan, meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan, serta menurunkan risiko terjadinya komplikasi penyakit.
Adapun tujuan khusus dari inovasi PENSIKURMANIS adalah sebagai berikut:
Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi penderita hipertensi melalui sistem pelayanan yang terintegrasi antara pelayanan di Puskesmas, Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), Posbindu PTM, Integrasi Layanan Primer (ILP), dan kunjungan rumah.
Meningkatkan cakupan deteksi dini hipertensi dan faktor risikonya sehingga masyarakat yang berisiko dapat segera memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar.
Meningkatkan kepatuhan penderita hipertensi dalam melakukan kontrol kesehatan secara berkala, mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan, serta menerapkan perilaku hidup sehat.
Meningkatkan jumlah penderita hipertensi dengan tekanan darah terkendali melalui pemantauan rutin, edukasi kesehatan, konseling, dan pendampingan keluarga secara berkesinambungan.
Meningkatkan peran keluarga dan masyarakat dalam mendukung pengendalian hipertensi melalui pemberdayaan kader kesehatan, edukasi keluarga, dan penguatan jejaring pelayanan kesehatan di tingkat komunitas.
Mencegah terjadinya komplikasi akibat hipertensi, seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal, melalui pemantauan kesehatan yang lebih aktif, deteksi dini, dan tindak lanjut yang tepat.
Mendukung implementasi Transformasi Layanan Primer dengan memperkuat pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat, berorientasi pada pencegahan penyakit, dan berpusat pada kebutuhan pasien.
Mewujudkan pelayanan kesehatan yang inovatif, efektif, efisien, dan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan kepuasan masyarakat sekaligus menjadi model pelayanan hipertensi yang dapat direplikasi oleh puskesmas lain.
Dampak & Manfaat
Implementasi inovasi PENSIKURMANIS (Pemantauan Hipertensi dengan Kunjungan Rumah dan Prolanis) memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, tenaga kesehatan, organisasi, serta pemerintah daerah. Melalui pendekatan pelayanan yang terintegrasi dan berkesinambungan, inovasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengendalian hipertensi.
Dalam jangka panjang, PENSIKURMANIS diharapkan mampu menciptakan sistem pelayanan hipertensi yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pencegahan komplikasi penyakit.
Manfaat jangka panjang yang diharapkan meliputi:
meningkatnya kualitas hidup penderita hipertensi;
menurunnya kejadian komplikasi akibat hipertensi;
meningkatnya budaya pemeriksaan kesehatan secara rutin di masyarakat;
meningkatnya efisiensi pelayanan kesehatan melalui pencegahan komplikasi yang memerlukan biaya pengobatan lebih tinggi;
terwujudnya pelayanan kesehatan primer yang lebih dekat, cepat, responsif, dan berpusat pada masyarakat; serta
terciptanya model inovasi pelayanan hipertensi yang dapat direplikasi oleh puskesmas lain dengan karakteristik wilayah yang serupa.
Pelaksanaan inovasi menunjukkan perkembangan yang positif.
Pada tahun 2024 jumlah peserta Prolanis hipertensi tercatat sebanyak 285 orang, kemudian meningkat menjadi 306 orang di tahun 2025.
Jumlah pasien hipertensi dengan tekanan darah terkendali meningkat dari 176 orang pada tahun 2024 menjadi 248 orang di tahun 2025, menunjukkan peningkatan efektivitas pemantauan dan kepatuhan pasien.
Pelayanan kunjungan rumah juga terlaksana secara berkelanjutan, yaitu sebanyak 108 kunjungan pada tahun 2024 dan 67 kunjungan di tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi telah mampu memperluas jangkauan pelayanan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan pendampingan secara langsung.
Selain peningkatan indikator kuantitatif, implementasi PENSIKURMANIS juga menghasilkan perubahan perilaku pelayanan, yaitu meningkatnya koordinasi lintas program, meningkatnya keterlibatan keluarga dalam pengendalian hipertensi, serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.